Daftar Program

BMM Sahabat UKM

Program Pemberdayaan Ekonomi bagi Pengusaha Kecil Menengah

SKU

TAGS

Share:

Menurut data resmi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UMKM), hingga tahun 2018 jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah mencapai 58,97 penduduk Indonesia, sedangkan total jumlah penduduk Indonesia tahun 2018 sebanyak 265 juta jiwa. Angka tersebut tidak sebanding dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menjalankan serta mengembangkan usahanya.

Berdasarkan data yang disajikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga bulan Mei 2019, mencatat total kredit UMKM telah mencapai Rp 1.005,52 triliun. Jumlah ini meningkat 10,84% dari periode sama tahun lalu senilai Rp 907,15 triliun. Dan dari 8,97 juta UMKM, yang mendapatkan fasilitas kredit tersebut hanya sekitar 15 juta UMKM atau setara 27%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa masih ada 40 jutaan pelaku UMKM di Indonesia yang belum mendapat dukungan permodalan dari perbankan atau lembaga keuangan. (sumber : https://keuangan.kontan.co.id/)

Hingga saat ini, pelaku UMKM selalu dihadapkan kendala untuk mendapatkan dukungan permodalan dari perbankan, yaitu 1) kelayakan usaha, yakni terkait dengan administrasi dan pembukuan; 2) agunan/jaminan; dan 3) legalitas usaha.

Dalam membantu mengatasi kendala tersebut, Laznas Baitulmaal Muamalat (BMM) menghadirkan program BMM Sahabat Usaha Kecil dan Mikro (UKM) atau yang biasa disingkat BSU. Program tersebut merupakan pemberdayaan bagi para pengusaha UKM agar dapat mengembangkan lebih luas usahanya.

Alhamdulillah pada tahun 2019 Program BSU sudah bergulir untuk 93 orang penerima manfaat dan target di tahun 2020 sebanyak 100 penerima manfaat baru menjadi penerima manfaat program tersebut. Para penerima manfaat tersebut akan diberikan pelatihan, pendampingan atau mentoring usaha milik mustahik oleh pelaku bisnis profesional, dan pemberian modal usaha.

Dengan Program BSU ini diharapkan para mustahik dapat memahami pengetahuan dasar wirausaha seperti pemisahan pencatatan laporan keuangan dengan anggaran rumah tangga sekaligus mampu menggunakan dan memanfaatkan fasilitas teknologi yang sudah banyak dan mudah dipelajari agar dapat mengembangkan usahanya.